Senin, 15 September 2008

SEKILAS TENTANG PASUKAN ELIT DI TNI

TNI AL MARINIR TAIFIB

Satuan khusus dari Korps Marinir TNI – AL ini berdiri pada 13 Maret 1961 dengan nama KIPAM (KOMANDO INTAI PARA AMFIBI) berdasarkan Surat Keputusan Komandan KKO AL No.47/ KP / KKO / 1961 tanggal 13 Maret 1961. Saat itu Korps Marinir masih menggunakan ama KKO ALRI (Korps Komando). KIPAM berdiri sebab dirasakan perlunya data-data intelejen, serta pasukan khusus yang terlatih dan mampu melaksanakan kegiatan khusus yang tidak dapat dikerjakan oleh satuan biasa dalam rangka keberhasilan tugas.

Pada tanggal 13 Maret 1961 KIPAM berdiri dibawah Yon Markas Posko Armatim - I, para perintis berdirinya KIPAM adalah Bpk Sumardi, Bpk.Untung Suratman, Bpk.Moelranto Wiryohuboyo, dan Bpk. Ali Abdullah. Pada tanggal 25 Juli 1970 KIPAM berubah menjadi Yon lntai Para Amfibi. Tanggal 17 November 1971 Yon lntai Para Amfibi berubah menjadi Satuan lntai Amfibi , pada akhirnya berubah menjadi Batalyon lntai Amfibi atau disingkat Yon Taifib Mar dibawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir. Seiring dengan perkembangan Korps Marinir dengan peresmian Pasmar I Skep. Kasal No. Skep / 08 / 111 / 2001 tanggal 12 Maret 2001 tentang Yon Taifib Marinir tidak lagi dibawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir (Menbanpurmar) akan tetapi langsung berada dibawah Pasmar.
Melihat lingkup penugasan serta kemampuannya maka akhirnya Taifib secara resmi disahkan menjadi Pasukan Khusus TNI AL. Hal ini sesuai dengan Skep Kasal No. Skep/1857/XI/2003 tanggal 18 Nopember 2003 tentang Pemberian Status Pasukan Khusus kepada Intai Amfibi Korps Marinir.

A. TUGAS POKOK TAIFIB
Yontaifibmar mempunyai tugas pokok membina dan menyediakan kekuatan serta membina kemampuan unsur-unsur amfibi maupun pengintaian darat serta tugas-tugas operasi khusus dalam rangka pelaksanaan operasi pendaratan amfibi, operasi oleh satuan tugas TNI AL atau tugas-tugas operasi lainnya dengan perintah Panglima TNI.
Secara resmi medan tempur Korps Marinir adalah maks. 8 km dari pantai. Karena disitulah area operasi pendaratan amfibi yang merupakan tupoksi kormar. Apabila dipandang perlu untuk melakukan operasi lebih jauh maka secara prosedural diperlukan ijin dari komandan satuan darat yang komandonya dipegang TNI – AD.


B. HIRARKI
Personel Yon Taifib Korps Marinir TNI - AL adalah personel pasukan khusus yang menempati hirarki tertinggi dalam jajaran Korps Marinir dan TNI - AL. Bersama Kopaska, Taifib adalah personel pilihan dan terbaik di lingkungan Marinir khususnya dan TNI – AL umumnya. Mereka dikenal sangat lethal di medan operasi sebagaimana para “saudara” lainnya pasukan khusus di matra darat dan udara. Kemampuan Taifib tak hanya bertempur dapat bertempur tapi juga berperan sebagai satuan intelijen tempur yang handal. Pendidikan hampir 9 bulan dihabiskan untuk menciptakan pasukan Intai Amfibi yang handal, cepat dan rapi dalam menyelesaikan suatu misi khusus. Tak heran manuver dan gerakan personel Taifib dalam operasi klandestein membuat musuh kelimpungan. Sesuai namanya Taifib dapat bertempur di darat, laut, udara dan bawah permukaaan air. Mereka juga memiliki ilmu pasukan katak dan linud setingkat parako untuk menjalankan tupoksinya bagi operasi amfibi Korps Marinir dan TNI.

STRUKTUR ORGANISASI
Yon Taifib sekarang terdiri dari 2 Batalyon di bawah komando Pasmar I dan II (Pasukan Marinir adalah sebutan bagi satuan setingkat Divisi di Korps Marinir). Batalyon ini dikomandani seorang Letkol (Mar) yang dulunya juga anggota Taifib. Para Dan Yon Taifib langsung bertanggung jawab ke Dan PasMar. Prajurit Taifib diperkirakan berjumlah 1.400 prajurit dengan komposisi 85% adalah kombatan. Jumlah pasukan khusus Marinir ini mungkin akan ditetapkan hanya berkisar sekitar itu karena untuk membangun pasukan khusus yang besar dengan skill yang merata sangat berat ditengah minimnya dana untuk TNI. Karena dana untuk melatih 1 batalyon pasukan khusus bisa sepadan dengan 10 Batalyon pasukan reguler. Lihat saja Ton Tai Pur KOSTRAD di matra darat. Pasukan khusus berkualifikasi serupa tapi tak sama dengan Taifib Marinir alias intelijen tempur 4 media ini yang jumlahnya tak lebih dari 300 personel itu menghabiskan sekitar 8 M saat pembentukannya. Untuk “merawat” pasukan spesial ini KOSTRAD merogoh kocek 1 M dalam setiap latihannya. Taifib punya 1 kompi khusus Counter Terorism di setiap batalyon yang bisa digerakkan kemana saja khususnya penanganan teror aspek laut dan wilayah pulau terpencil.
Disamping itu dana operasional yang diterima TNI AL harus dibagi antara para pelaut serta alutsista pendukungnya, yakni KRI, satuan administrasi dan Korps Marinir. Hal inilah yang menyesakkan dada para petinggi TNI AL sekarang ini. Kondisi ini menyebabkan salah satu korps harus “mengalah” . Ya mungkin Marinir – lah yang harus legowo alias mengalah dulu sekarang ini. Toh pembenahan KRI yang usang itu untuk mereka juga nantinya dalam menopang operasi amfibi. Sehingga meminimalkan korban jiwa yang gugur sebelum berperang seperti kejadian waktu pendaratan di NAD beberapa waktu lalu dalam operasi pemulihan keamanan.

SISTEM REKRUITMEN
Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI – AL diambil dari prajurit pilihan Korps Marinir melalui seleksi ketat dan keras. Sebab ditangan personel Taifib - lah sebuah kesuksesan operasi amfibi yang dilakoni Korps Baret Ungu dan seluruh elemen TNI dipertaruhkan.
Perekrutan Prajurit Taifib
Seleksi Prajurit Taifib atas dasar suka rela dari prajurit Korps Marinir (semua bagian tempur : Infanteri, Artileri, Kavaleri, Zeni dan Hanlan) yang sudah mempunyai Basic Tempur yaitu pendidikan dasar kemiliteran, pendidikan keprajuritan Marinir, pendidikan taktik operasi darat, pendidikan Komando Marinir, pendidikan menembak kualifikasi, pendidikan Operasi amfibi termasuk raid amfibi, para dasar, penyelaman, free fall.
Seleksi Calon Siswa Taifib sangat ketat dan keras meliputi seleksi kesehatan dengan Stakes I, semapta Baik, berenang, push up, sit up, pull up dalam waktu tertentu dan lulus tes Psikologi Pasukan Khusus standart TNI.
Calon maksimal berusia 26 tahun.

PENDIDIKAN PRAJURIT INTAI AMFIBI / IPAM
Metode pelatihan calon prajurit Taifibmar dibagi dalam beberapa tahap yang mencakup medan darat, laut, udara dan bawah air. Dalam setiap tahap calon akan terseleksi secara alamiah karena materi yang dihadapkan semakin hari semakin berat dan menuntut para siswa benar benar menguasai ilmu yang diberikan pada tahap sebelumnya. Pasalnya tahap – tahap dalam pendidikan sebenarnya adalah satu rangkaian operasi yang benar – benar dilakukan prajurit Intai Amfibi dalam melaksanakan tugas dalam pertempuran atau operasi lain nantinya. Pendidikan Taifib dilaksanakan selama hampir 9 bulan bertempat (Base Camp) di Pusdik Marinir kemudian dilanjutkan Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Di Jawa Timur, Marinir tercatat mempuyai 3 Puslatpur (Pusat Latihan Pertempuran) di Grati, Karang Tekok dan Purboyo di Bantur – Malang. Mungkin semuanya juga dipakai untuk base camp oleh Marinir untuk melatih para calon prajurit Taifib ini. Karena disesuaikan dengan materi pendidikan yang diajarkan. Taifib juga mengikut sertakan pelatih dari setiap batalyon Taifib, perwira batalyon Taifib termasuk Dan Yon, dan Prajurit Senior Taifib untuk melatih para siswa Dik Brevet Taifibmar ini. Metode pelatihan Taifib sempat diklaim sama dengan pelatihan Komando Kopassus.
Ø Tahap I : Merupakan materi Indoktrinasi dan Orientasi dasar Intai Amfibi. Dilakukan di Pusdik Marinir Gunungsari Surabaya selama 1,5 Bulan. 80% Disini para siswa menerima kembali peloncoan khas Marinir dalam bentuk lebih keras karena dilakukan standart pasukan khusus yang menciutkan mental dan fisik karena tak kenal waktu. Semua kegiatan dilakukan tiba – tiba. Biasanya peloncoan dilakukan para senior Taifib yang memang berdinas aktif di batalyon termasuk Dan Yon untuk menggambarkan tentang beratnya tugas Taifib. 20% sisanya para calon menerima pengetahuan tentang apa dan bagaimana sebenarnya satuan khusus marinir itu di kelas atau pelajaran lapangan.
Ø Tahap II : Para siswa dikirim ke Puslatpur Karangtekok untuk menerima materi pertempuran darat mencakup : gerilya anti gerilya, patroli jarak jauh, pengintaian, sabotase, raid darat, pengamanan VVIP plus penanggulangan teror, navigasi darat, lintas medan dengan dihadapkan pada medan berbeda (padang pasir, sungai, rawa, perkampungan, jurang) Combat SAR, dan rappelling.
Ø Tahap III : Merupakan materi kelautan yang dilaksanakan di daerah pantai yang berbeda di wilayah pantai utara dan selatan Pulau Jawa. Selam Kedalaman, Selam Tempur, Infiltrasi bawah air, Demolisi bawah Air, Sabotase bawah air, Selam SAR, Renang Jarak sedang sampai dengan jarak jauh dan pengintaian Hydrografi menggunakan daerah latihan Pantai Pasir Putih, Pantai Gatel dan Pantai Banongan, adapun untuk materi menembus gelombang menggunakan daerah latihan pantai selatan yang tinggi gelombangnya mencapai rata-rata sampai dengan 10 meter yaitu pantai Lampon, pantai Rajeg Wesi dan sekitarnya. Kemampuan berenang di laut dengan jarak jauh yang merupakan persyaratan siswa Taifib adalah menyeberangi Teluk Poncomoyo sejauh ± 12 km / 7 mils. Disini para siswa Taifib dihadapkan pada kondisi laut yang mempunyai arus kuat dan gelombang yang tinggi serta jarak yang jauh dengan batas waktu yang ditentukan.
Ø Tahap IV : Aspek Udara menggunakan daerah latihan Juanda, Pasuruan, Ujung dan sekitarnya materi latihan yang dilaksanakan meliputi : Rappeling, Mobud, Stabo / SPIE, Helly Water Jump, Pandu para, Air Suply, Free Fall, Terjun Statick / Free fall laut, Terjun diatas simulator Kapal, Terjun Tempur Statick Malam hari, Terjun Tempur Free Fall Malam hari dan Rubber Duck operation. Untuk mempelajari semua itu para siswa dimasukkan lagi dalam Sekolah Para Korps Marinir di Pusdik Marinir Gunungsari Surabaya.
Ø Tahap V : Adalah latihan berganda. Dalam latihan ini semua materi yang telah di pelajari dipraktekkan dalam sebuah studi kasus yang terangkai menjadi satu. Setelah para siswa melakukan latihan berganda dengan baik maka akan dinyatakan lulus.
Materi pendidikan Taifib yang terkenal dan mengerikan adalah " Drown Proffing ". Materi ini terdapat pada materi perang darat di Puslatpur Karang Tekok yang mengajarkan bagaimana prajurit Taifib menyelamatkan diri dari tawanan musuh dengan cara berenang dengan tangan dan kaki terikat. Biasanya, para siswa harus berenang 3 km dengan tehnik yang dikenal dengan gaya lumba lumba ini. Permasalahannya pelajaran renang “aneh” itu ada dalam submateri Kamp tawanan. Sebelum berenang para siswa digebuki dulu sampai babak belur oleh pelatih yang berperan sebagai musuh. Kontan saja banyak siswa yang tenggelam begitu mulai berenang hanya beberapa meter karena kelelahan dan rasa sakit. Di materi inilah masa kritis menjadi siswa. Gebukan, hantaman, makian, tekanan, kesakitan, kelelahan, kejenuhan dan segudang perasaan was was menghinggapi benak mereka tiap hari. Bagi siswa yang tidak kuat, taruhannya sangat berat. Mereka ada yang gila, stress atau meninggal dunia. Singkat kata pendidikan pasukan elit semacam ini memang diperuntukkan untuk mengukur batas akhir kemampuan manusia dalam berpikir dan bertindak dalam situasi yang tidak mengenakkan, terjepit dan penuh tekanan fisik dan mental.
Untuk latihan infiltrasi kedaerah lawan dilaksanakan Cast dengan Kapal Cepat dengan kecepatan diatas 20 knot dan Recovery dengan batas waktu yang sudah direncanakan secara akurat. Dalam materi kelautan, Taifib sering mendatangkan instruktur dari Kopaska yang memang “mbah”nya demolisi bawah air dan bertempur di bawah air dan operasi raid amfibi.
Personel Taifib dibagi dalam 1 regu yang komposisinya berbeda dengan 1 regu marinir biasa. Didalamnya terdiri dari 7 orang namun dengan keahlian khusus yang berbeda mencakup pengintaian, selam tempur, penembak runduk (sniper), demolisi (raid), Dan Ru, Wadan Ru, penembak senapan mesin, dan penembak regu. Namun kadangkala bisa bagian itu dirangkap oleh satu prajurit. Sebuah Tim (sebutan untuk regu) dalam keadaan operasi khusus bisa langsung dipimpin oleh seorang perwira setingkat Danton (Letda / Lettu). Personel Taifib sebenarnya juga dilatih bertempur secara individual menurut konsep Unconventional Warfare .
Namun adalah kultur dan tradisi Korps Marinir yang sering menggerakkan pasukan dalam jumlah besar dalam operasi tempur, mau tidak mau juga turut mempengaruhi model, manuver dan gerakan “khas” Taifib. Mereka jadi lebih sering beroperasi dengan komposisi regu. Mungkin ini meskipun tak langsung, namun berkaitan dengan jumlah prajurit Marinir TNI – AL yang sekarang “hanya” berkisar 18.000 personel. Jadi beroperasi dengan sistem minimal regu diasumsikan dapat menekan jumlah korban jiwa dalam pertempuran daripada menciptakan prajurit yang bisa dioperasikan secara individu atau maupun sendiri – sendiri.
Dalam pasukan khusus ada yang dikenal dengan nama Generalis. Seorang Generalis adalah prajurit yang mempunyai kemampuan diatas rata – rata prajurit pasukan khusus biasa. Tandanya ialah prajurit tersebut dapat menguasai beberapa bidang di luar kecabangannya. Misal mampu mengoperasikan meriam, kapal laut, kendaraan lapis baja atau menerbangkan pesawat dan helikopter. Satu – satunya satuan khusus TNI yang konon masih terdapat generalis adalah di Kopassus TNI – AD. Kabarnya dulu Kopaska juga mempunyai sejumlah prajurit Generalis termasuk IPAM
Latihan tahap terakhir dilaksanakan di Puslatpur Marinir Karang Tekok dengan medan latihan yang bervariasi dari hutan dan gunung di Baluran, padang pasir, rawa, sungai, dan uji UDT, renang dan SAR laut dilaksanakan di wilayah pantai pasir putih dan sekitarnya. Biasanya tak banyak siswa yang lulus dalam tahap akhir ini. Itu karena Yon Taifib Marinir tidak menerima prajurit yang berkemampuan setengah – setengah. Prajurit yang tidak lolos tahap akhir akan dikembalikan ke satuan asalnya. Dan prajurit yang lulus akan ditempatkan di Yon Taifib Pasmar 1 dan 2. Kabarnya proses penerimaan prajurit Taifib baru di batalyon ini harus melalui tradisi yang sangat keras. Itu adalah watak marinir taifib senior yang keras, loyal dan militan yang diturunkan kepada juniornya secara turun temurun. Namun begitu acara pembayatan dan tradisi batalyon selesai, maka rasa persaudaraan sesama taifib akan terasa dan luar biasa loyalitas diantara mereka baik dalam dinas harian, latihan maupun bertempur.
Demo keahlian personel Taifib baru ini ditunjukkan kepada para petinggi TNI AL, Korps Marinir dan undangan. Upacara penyematan brevet Taifib dilakukan di pantai Gresik atau di pantai di sekitar wilayah Karang Tekok yang menjadi wilayah latihan Marinir.
Personel Taifib berhak atas Brevet Intai Amfibi (brevet Komhut tidak digunakan lagi), brevet pandu para, brevet free fall, mobud, menembak tepat yang baru (jika naik kelas di kelas senapan.pistol), brevet selam tempur, brevet renang selat dan brevet lain yang berhak digunakan personel Taifib yang diperoleh dari paket pendidikan Taifib.
Korps Marinir (dulunya bernama KKO AL) setidaknya mempunyai 3 jenis PDL. 1 PDL ”khas” KKO AL (motif macan tutul), 1 PDL “khas” Marinir (motif kulit kayu) dan PDL umum (Malvinas – TNI). Taifib biasanya menggunakan PDL KKO untuk melakukan free fall, terjun HALO/HAHO dalam suatu misi khusus lintas udara di belakang garis pertahanan lawan untuk mendukung operasi amfibi. PDL “khas” Marinir dipakai untuk kegiatan intern Marinir seperti upacara, demonstrasi dan parade. Dan Marinir tetap menggunakan PDL TNI untuk melaksanakan operasi gabungan, latihan gabungan dan operasi lain sesuai perintah KSAL atau Panglima TNI tentang seragam yang digunakan.

KARIR
Karena prajurit Taifib Marinir menempati hirarki tertinggi dalam kombatan TNI – AL bersama Kopaska, maka karir yang bagus terbuka untuk semua prajurit Taifib yang berprestasi dan mempunyai track record yang bagus. Sebab beberapa waktu yang lalu Taifib sempat tercoreng oleh kelakuan 4 orang anggotanya yang menjadi pembunuh bayaran. Mereka membunuh Dirut PT. ASABA beserta pengawal pribadinya Serka. Edi Siyep yang tak lain adalah salah satu anggota Sat 81 Gultor Kopassus TNI - AD. Masalah ini sempat menyulut “dendam lama” antara Marinir yang dulunya bernama KKO AL dengan Kopassus (RPKAD). Salah satu oknum prajurit taifib (Suud Rusli) yang juga pelaku eksekusi adalah didikan Batujajar setelah di Korps Marinir (taifib) sendiri. Makanya dalam penangkapan setelah lolos kesekian kalinya “sang guru dari Batujajar” ikut turun tangan walaupun ha. Anggota Sandhi Yudha menyebar dan dengan cepat mengetahui persembunyian pelaku pembunuhan anggota mereka. Tak asing karena oknum pelaku memakai pola ala Kopassus.
Seorang prajurit Taifib dapat melanjutkan pendidikan speasialisasinya sampai tingkat Madya (master) dengan mengikuti berbagai kursus yang terdapat di Marinir, TNI AL atau matra lainnya. Antara lain kursus Jumpmaster, Pertahanan Pangkalan, pelatih Jasmani, Sniper, Counter Terorist, Dakibu, medis, Pathfinder, ilmu tempur atas/bawah laut seperti selam tempur dengan close circuit dan peralatan. Mereka juga bisa menempuh Secaba/Secapa apabila memenuhi persyaratan yang ditentukan.Selain itu jabatan strategis kelak bisa didapat baik di lingkungan Marinir sendiri, TNI AL ataupun lainnya lantaran latar belakang di Taifib yang memang penuh dengan segudang kemampuan. Tak hanya bertempur, seorang prajurit Taifib modern juga diajarkan bagaimana sistem manajemen perkantoran modern. Sebagai pasukan khusus, tentu saja pendapatan mereka berbeda dengan pasukan marinir lainnya. Namun tidak dijelaskan secara rinci berapa pendapatan pasukan khusus baret ungu ini. Mungkin nama Taifib sebagai pasukan khususnya Marinir mungkin kurang “ngetop” sebab yang membedakan prajurit taifib dengan Marinir biasa hanyalah BREVET yang tidak semua orang mengetahuinya sedang warna baret dan lambang lainnya tetap sama dengan marinir biasa. Nasib serupa memang dialami oleh pasukan “kembaran” nya di KOSTRAD. Yang paling membedakan prajurit Ton Tai Pur dengan prajurit infanteri KOSTRAD lainnya hanyalah PDL sus berwarna hitam hitam yang kerap dipakai dan badge Ton Tai Pur yang diletakkan di bawah kantong sebelah kiri. Apabila kedua satuan khusus ini memakai PDL loreng TNI, maka akan sulit bagi kita mengidentifikasinya.
C. Taifib Arsenals
Ø Senjata Serbu : SS 1+SPG 40mm, MP 5, Pistol Sig Sauer P226, AK – 47,Uzi
Ø Senjata Sniper : Galil kaliber 7,62mm, SIG SG 550 kaliber 5,56mm
Ø Senjata Mesin : Minimi, Ultimax 100
Ø Perangkat Selam : Spiro, OxyNG, DPV+ Baterai Kering, sensor navigasi,radio komunikasi portable.

G. RENTANG PENUGASAN
Rentang penugasan para pasukan elit Marinir TNI - AL ini sangat panjang dan tak melulu bertugas hanya sebagai salah satu elemen bagi operasi amfibi. Mereka sering kali terlibat pertempuran frontal dari darat ke darat diberbagai operasi militer. Marinir seringkali bertempur bersama TNI – AD walaupun sebenarnya wilayah operasi tempur amfibi Korps Marinir hanya dibatasi ± 8 Km dari pantai. Mulai dari awal terbentuk, Taifib (dulu bernama KIPAM) terlibat dalam semua operasi tempur TNI sebagai elemen dari operasi amfibi maupun operasi tempur mandiri di darat bersama pasukan khusus TNI lainnya. Sebagai elemen inti dari pasukan pendarat Korps Marinir, Taifib senantiasa dikirim terlebih dahulu ke medan tempur sebelum pasukan pendarat reguler diturunkan. Jalan menuju titik persiapan pendaratan dilalui melalui 2 cara yaitu lewat pendaratan dengan menggunakan perahu karet atau melalui penerjunan Free fall dengan metode HAHO/HALO. Kiprah pasukan Taifib di dekade tahun 60-an sampai sekarang merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus keberhasilan dari tradisi pendidikan Taifib yang keras selama puluhan tahun. Taifib terlibat beberapa operasi tempur berskala besar juga beberapa operasi tertutup off the record bersama Kopassus, Kopaska dan Paskhas. Tahun 1965 anggota KIPAM berhasil mengangkat jenazah para pahlawan revolusi. Namun sebelum itu, KIPAM terlibat perang frontal dari darat ke darat dengan berbagai gerakan separatis mulai dari operasi menumpas APRA, PRRI/Permesta, dan DI/TII. Setelah itu Komando Tri Kora membuat pasukan elit baret ungu ini bertempur sampai titik darah penghabisan walaupun dalam kenyataannya pertempuran dan pendaratan amfibi berskala besar tidak terjadi. Kumandang “Ganyang Malaysia” Dwi Kora juga mengharuskan Korps Marinir (KKO) merelakan 2 prajuritnya terbaiknya yang berasal dari KIPAM gugur di tiang gantungan di Singapura karena tertangkap sesaat setelah memasang bom untuk meledakkan objek vital di Malaysia. Setelah itu Taifib terlibat dalam operasi tempur dalam operasi Seroja dengan tugas menentukan dan menyiapkan titik pendaratan, mengumpulkan data intelijen sekaligus menyerbu markas fretilin walaupun persenjataan dan logistik terbatas, Operasi Papua (memberangus OPM), Ambon (menyekat kerusuhan SARA), dan yang terakhir operasi pemulihan keamanan di NAD. Taifib bersama Kopassus membebaskan sandera warganegara asing di Maduma Papua tahun 1996. Persaudaraan (marines brotherhood) dan pengalaman bertempur puluhan tahun di darat dan laut membuat Taifib adalah satuan yang tergolong “unik” dalam satuan khusus TNI. Selain itu anggota Taifib juga ditugaskan menjadi anggota kontingen Garuda di bawah bendera PBB. Taifib juga dipercaya sebagai perancang latihan tehnis bagi Regu Pandu Tempur Yonif Marinir secara terpusat yang diadakan di Puslatpur Antralina Sukabumi. Rupanpur adalah “special forces” nya Yonif Marinir. Bersama Kopaska, Taifib mengembangkan sistem Naval Special Warfare yang terus dimodifikasi tiap waktu sesuai perkembangan tehnologi dan taktik militer dalam peperangan laut khusus. Latihan penanggulangan teror aspek laut terutama di kapal niaga, pantai dan pelabuhan, objek vital lepas pantai, bahkan perkantoran, bus serta pusat keramaian sering dilaksanakan baik di Yonif Taifibmar 1 maupun 2. Anggota pilihan Taifib diseleksi lagi untuk menjadi anggota Detasemen Jala Mengkara. Sebuah detasemen khusus di bawah Korps Marinir yang bertugas menanggulangi penanggulangan teror aspek laut. Pasukan Taifib tergabung dalam Yon Gab TNI bersama Kopassus, Paskhas dan Kopaska yang disebut “RAJAWALI”.

Rabu, 10 September 2008

Combat Cat,Kucing yang tidak takut air

Combat Cat adalah perahu cepat dengan lambung Catamaran, speed boat ini diproduksi oleh perusahaan pembuat kapal asal banyuwangi yaitu North Sea Boat. Combat Cat awalnya di desain untuk melaksanakan misi-misi patroli air dan misi-misi SAR, pada proses produksi berikutnya Combat Cat juga di gunakan oleh TNI-AL khsusunya KOARMATIM yang berpangkalan di Dermaga Ujung Surabaya.

Combat Cat atau di sebut juga X-38 Combat Catamaran, mampu melaju hingga kecepatan 40 knots dengan menggunakan 2 buah mesin bertenega 250 hp yang di pasang di bagian luar belakang kapal. Sebagai perahu cepat militer Combat Cat juga bisa dilengkapi dengan senapan mesin dari jenis M240 kaliber 7.62 atau M 60 kaliber 7.62 bisa juga di ganti dengan peluncur granat kaliber 40 mm, dan jika ingin lebih garang lagi pada bagian buritan kapal bisa di pasangi dengan peluru kendali semacam Hellfires sebanyak 4 hingga 8 buah atau bisa juga di pasangi pelontar ranjau. Perahu cepat ini selain di awaki oleh 4 orang kru juga mampu untuk mengangkut 8 hingga 20 orang (tergantung tipe) dengan persenjataan lengkap

KEBO Tempur

[kebo.jpg]"Kebo" satu ini di desain untuk mampu memecahkan persoalan pengadaan alat angkut bagi Angkatan Bersenjata Indonesia yang selama ini selalu didatangkan dari luar negeri. Atas dasar itulah Departemen Pertahanan bekerja sama dengan PT.PACIFIC TECHNOLOGY I.A.D mengembangkan sebuah kendaraan yang mampu digunakan untuk mengangkut baik pasukan maupun perlengkapan militer serta logistik, yang sanggup dioperasikan di segala jenis medan. PT44 MAESA mempunyai berat kotor 9 ton dan mampu mengangkut beban hingga 4 ton, mempunyai kecepatan maksimal hingga 105 Km/jam. Selain mampu melaju di segala medan truk ini juga mampu di beroperasi di segala cuaca.

Keistimewaan lain dari PT44 MAESA adalah penggunaan suspensi independen standar NATO, dengan sistem suspensi independen ini memungkinkan si kebo besi ini untuk berlari secara stabil di berbagai kondisi jalanan, baik itu di jalan halus beraspal sampai ke medan berat sekalipun, sistem suspensi yang di gunakan adalah PT34 Independent Suspension System yang sudah mengadopsi sistem suspensi kendaraan militer kelas menengah.

Kendaraan tempur dariTangerang

P Series, sebenarnya merupakan istilah saya sendiri untuk menyebut berbagai jenis kendaraan tempur dan kendaraan rantis produksi dari PT.SENTRA SURYA EKAJAYA. PT.SSE mulai mengembangkan industri kendaraan militer sejak tahun 2001 dengan produk pertamanya adalah Cakra KEV, kemudian dilanjutkan pada tahun 2002 dengan produksi Bus VVIP Armor KEV, dan tahun 2003 mengeluarkan produk PJD KEV. Barulah pada tahun 2004 P Series muncul, varian pertama dari P Series ini adalah P1 Pakçi yang merupakan kendaraan tempur dengan berat 4,5 ton dengan kapasitas penumpang 12 orang, kendaraan tempur lapis baja ini masuk mempunyai dua tipe yaitu : APC (Armored Personal Carrier) dan tipe Commando, Didesain dengan bodi monokok dan mampu menahan peluru hingga kaliber 7.62 mm. Saat ini kendaraan jenis P1 Pakçi sudah di gunakan oleh Kopassus.

Selanjutnya pada tahun 2005 PT.SSE mulai mengembangkan varian lain dari P Series yang mempunyai bentuk lebih kecil dari versi sebelumnya tidak kurang dai 2 varian mereka luncurkan antara lain yaitu; P2-V1 Cougar, P3 Cheetah, masing-masing dari kendaraan tersebut mempunyai berat 3 ton nerpenggerak 4 roda, dengan badan lapis baja yang mampu menahan peluru hingga kaliber 7.62 mm dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp. Untuk versi P2 dan P3 ini jumlah penumpang yang dapat diangkut 4 hingga 10 orang.

Sabtu, 06 September 2008

GARUDA INDONESIA

It was nearly 3 months ago when my boss asked me to fetch him at Jogja airport which i reluctantly did that for the sake of my job sustainability..hehehe. I noticed that Garuda Indonesia, the airline he flied with, would arrive at 08.05, i was thinking that it was going to be 5-10 minutes late. But amazingly it touched the runway at 08.05 ON THE DOT. Well no wonder, Garuda Indonesia has won numerous awards for its flights over the years, including the Indonesian Best Brand Award, the Best "On Time" Airline at Schiphol International Airport in Amsterdam and a Customer Satisfaction award from the Marketing Research Institute Frontier and Business magazine International.

Garuda Indonesia, used to be the pride of Asia

Many doubt that Garuda Indonesia will resume to be the best airline, like it was years ago, many also question show pesimism on the plan of Garuda Indonesia to compete with other world class airline such as Emirates, Singapore Airline, or KLM. (Sorry, i do not mention American-based airlines coz they're too profit-oriented, and somehow unsafe, many complained over their customer service, accute delays, and many more)

In the 90's, Garuda Indonesia was among the 5-stars airlines in the world, it was when Garuda flied to every corner of the world and even some unveiled spots like....GUAM !
When economy worsened in the end of 90's, Garuda was one of the most hit by the monetary crisis, and forced to sell the aircrafts to.....pay the debt, which continued by route-cuts, job-cuts, and blown by the high competition with domestic airlines which offered low fare.



So, during the period of 2002-2006, Garuda booked slightly over $120 million in net loss, and it got worse when oil price was skyrocketing during that period of time. Well, it was peanut compared to Malaysia Airline which booked $414 million in net loss in 2005 alone, or Thai airways which posted $ 143 million in net loss in Q3 of 2005 alone.

Now, Garuda Indonesia is fully alive and KICKING ! There are some good news about garuda which make it easier to pave the way to be among world's powerful airlines ( now we are among 30 biggest airline in the world).

Here we are :
1. In 2007, Garuda booked a net profit at $ 26 million, not bad at all, especially when most of airlines in the world still wrote their endless loss stories. This led Garuda management to plan to expand the operation, adding new routes to Australia, China, Central Asia, and Middle East, , resuming flight to US and Europe, and strengtening position in Southeast Asia. I personally hope that they will fly to Moskva too.

2. Garuda Indonesia has earned IATA Operational Safety Audit (IOSA) safety certification from the International Air Transport Association (IATA). This has made Garuda. With this acknowledgement, Garuda becomes the only operator in Indonesia who have fulfilled the standards of safety established by IOSA and IATA.


Garuda indonesia is still way above many airlines in terms of safety issue, i googled and found this :
1. Aeroflot 21 cases
2. Air Canada 4 cases
3. Air France 6 cases
4. American Airline 12 cases
5. Bristish Airways 4 cases
6. China Airline 8 cases
7. Delta Airline 4 cases
8. Japan Airline 4 cases
9. KLM 4 cases
10. Korean Airline 14 cases
11. Pan Am 14 cases
12. Qantas 9 cases
13. SAS 3
14. Swisair 4 cases
15. TWA 17 cases
16. United Airline 13 cases
17. US Airways 6 cases

Garuda ? only 1 case. yipeeee !


3. Garuda Indonesia has followed up its recent move into profitability by announcing plans to purchase 10 Boeing 777-300ER aircraft worth an estimated US$2 billion to support route expansion plans to Europe, US, the Middle East and the rest of Asia. It is important to underline that the purchase plans for the new Boeing 777-300ER will have no impact on existing plans to acquire 10 Boeing 787 Dreamliner for their fleet in 2012, as i already wrote about this in my previous article.

Boeing 787 Dreamliner..(Watch your back, Airbus A380 !)

The wide body Boeing 777-300

Also, this year Garuda will begin receiving 50 units of Boeing 737-800 aircraft which will strengthen Garuda position in regional and domestic market.

Newly purchased, Boeing 737-800 ER


4. Expansion of airports in Indonesia.
Jakarta, Bali, Medan, Makassar, Bandung, will have new terminals and new airports. Bali plans to add new runway and international terminal to the existing old terminal and single runway. Medan will soon move its troubled airport to a new world-class airport in Kuala Namu. Makassar has silently move to new airport. Jakarta has announced that its Terminal 3 will be operated by the end of 2008. It's said that Jakarta Int'l airport will be able to accomodate 58 million passenger by 2015. Of coz, this will make a good way for Garuda to achieve its goals.

Now being built, Kuala Namu Airport - Medan (North Sumatra)
Soekarno Hatta Airport Terminal 3 (Jakarta), should be ready by the end of 2008

Pekanbaru new airport.