Selasa, 26 Agustus 2008

Indonesia Mampu Swasembada Kedelai pada 2015 Lewat "SES"


18-01-2008
Indonesia bisa mencapai swasembada kedelai pada 2015 melalui "Soybean Estate System" (SES) dengan dukungan insentif pemerintah. Gagasan dan optimisme mengenai SES diungkapkan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Herry Suhardiyanto, MSc dalam diskusi di Kampus IPB, Darmaga, Bogor, Kamis.

SES, kata dia, merupakan sistem produksi dan konsumsi yang terintegrasi dalam satu hamparan produksi dan komunitas konsumen, yang didukung pemerintah dan didampingi oleh perguruan tinggi.

"Sistem ini melibatkan kelompok-kelompok tani dalam satu wilayah tertentu yang akan memasok kedelai sesuai dengan kebutuhan di wilayah tersebut," katanya.

Melalui wadah koperasi, petani dan pelaku industri berbasis kedelai bisa menghitung permintaan di wilayah mereka dan menyeimbangkannya dengan pasok kedelai.

Sementara itu, lanjut dia, IPB akan melakukan pendampingan dari segi aplikasi teknologi dan pemerintah memberikan insentif kepada petani diantaranya berupa kredit murah sarana pertanian.

Agar lebih efisien, sistem ini setidaknya mencakup wilayah seluas 400 hektar yang terdiri dari kluster-kluster petani. "Jadi lahan penanaman kedelai terpisah-pisah. Kita mengumpulkan saja petani kedelai yang sudah ada untuk bergabung dalam kluster," katanya.

Dengan sistem SES, diharapkan pemberian kredit ataupun subsidi pemerintah bisa lebih tepat sasaran, tambahnya.

Selain itu, sistem tersebut juga akan menjawab keluhan pedagang mengenai tingginya biaya transportasi dan hambatan birokrasi termasuk pungutan-pungutan, yang menyebabkan tingginya harga kedelai lokal.

"Dalam sistem ini, produksi kedelai hanya untuk memasok kebutuhan di wilayah tersebut sehingga biaya transportasi bisa ditekan dan terhindar dari pungutan-pungutan," katanya.

Dengan kata lain, masing-masing wilayah SES akan memproduksi kedelai hanya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah tersebut. "Jadi pedagang di Bogor tidak perlu membeli kedelai dari Lampung misalnya, karena kebutuhan mereka sudah tercukupi dari petani terdekat," katanya.