Selasa, 26 Agustus 2008

PRODUK lokal ataupun budaya lokal tidak seharusnya menjadi konsumsi masyarakat lokal. Tetapi harus disukai secara nasional dan memiliki kualitas internasional.

Begitulah pesan yang disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali saat ditemui okezone di acara Pameran Adiwastra Nusantara 2008.

"Kita harus belajar dari batik. Batik itu adalah produk lokal, tetapi lama-kelamaan orang suka dan dipakai oleh etnik apapun," katanya.

Hanya, Surya tak menampik bahwa kini banyak pengrajin yang gelisah dengan kenaikan harga bahan baku, sehingga menyebabkan harga jual produknya pun jadi tinggi. Kenaikan itu tentu akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat yang tidak sebanyak dahulu.

"Kenaikan semacam itu memang tidak bisa dihindari. Makanya para pedagang pun menyesuaikan diri dengan tidak menjual rugi," jelasnya.

Menurut Surya, produk kreatif seperti ini memang berbeda dengan produk makanan. Untuk produk kreatif, biasanya pengrajin tidak akan mengorbankan kualitas. Semisal, warna yang seharusnya merah menyala, kemudian diganti dengan merah muda.

"Kalau makanan (tahu atau tempe) bisa diubah bentuknya. Semisal ukurannya agak kecil, tetapi harga tetap. Kalau kain-kain begini tidak mungkin," jelasnya.

Pun berhadapan dengan masalah kenaikan bahan baku, tak kemudian pengrajin membuat kualitas yang buruk. Lebih-lebih untuk menghadapi pasar global, para pengrajin pun terus dituntut mempertahankan kualitas dan melakukan inovasi terkini.

"Saya kira mereka (pengrajin) sudah melakukan itu. Artinya, para pengrajin sudah punya kekuatan, dengan menampilkan motif-motif pada kain secara menarik, kemudian punya kreatifitas yang kaya, dan pasar yang luas pula. Itulah yang menjadi keunggulan kita. Nah, tinggal bagaimana kita meningkatkan itu semua," pungkasnya.


referensi : lifestyle.okezone.com : produk lokal, kualitas internasional